Skip to main content

MENGGANTI KACA MATA GELAP DENGAN ASURANSI

Saya pernah menggunakan fasilitas asuransi untuk membeli kaca mata di sini. Rupanya, kita setiap tahunnya dapat mengganti kaca mata dengan dana maksimal $300 dari penggantian asuransi. Sebelumnya, saya sempat membeli kaca mata baca di toko pharmacy di sini seharga $20. Rupanya, kaca mata itu tidak cocok dengan mata saya. Soalnya, mata kiri dan kanan saya tidak sama plus-minusnya. Istilahnya, saya harus membeli kaca mata berbasis resep.

Untuk mengganti kaca mata yang langsung dibayar oleh asuransi, pertama, saya registrasi melalui link ini http://www.sscorporate.co.nz/Insurance/SSafe/SSafe_claims.asp. Esok paginya saya sudah mendapat telepon dari salah satu toko http://www.specsavers.com/ di Glanfield Mall.

Tadinya, sebelum tiba di toko, petugasnya menanyakan lewat telepon dalam 2 tahun ini apakah saya pernah memeriksakan mata. Saya bilang, di sini belum, tetapi kalau di Indonesia pernah. Katanya, silahkan membawa berkas yang lama. Kalau perlu pemeriksaan, saya akan di-charge $60. Waduch, repot juga, kata hati saya. Harus menambah dana lagi $60.

Ternyata, di toko kaca mata itu, setelah selesai pemeriksaan, total semua biaya saya dianggap sudah cukup di-cover oleh asuransi, termasuk biaya pemeriksaan itu. Walaupun, memang, si petugas sempat menawarkan bermacam-macam tipe kaca mata agar saya mau membayar di atas budget asuransi. Dia tawarkan saya membeli dua pasang kaca mata. Jaga-jaga kalau hilang satu, katanya. Saya bilang, saya hanya membutuhkan satu kaca mata baca. Untuk itu, saya memilih kaca mata dari bahan Titanium. Harganya lumayan tinggi, sekitar $450 (termasuk kacanya). Syukurnya, saat itu sedang ada diskon 50%.

Setelah selesai, pas diukur lagi posisi mata saya, si petugas menawarkan lagi, karena frame (ternyata asuransi kita menanggung sampai frame) yang saya pilih bagian bawahnya pakai tali (supaya tidak cepat berkarat karena keringat) ada risiko mudah pecah, dia tawarkan apakah saya mau termasuk anti pecahnya. Harganya sekitar $100 lebih dan itu lewat budget saya yang dari asuransi. Saya tetap berpatokan ke budget.

Akhirnya, setelah semua proses, saya katanya akan diinfokan dalam waktu dua minggu. Saya pun tidak perlu membayar dulu. Semua sudah dihandle oleh asuransi (walaupun saya masih was-was apakah benar frame itu ditanggung juga oleh asuransinya. Jangan-jangan nanti ketika mengambil kaca mata dua minggu lagi di-charge harga framenya, seperti di Indonesia). 

Ternyata semua berjalan lancar. Tidak sampai satu minggu saya sudah ditelepon lagi untuk mengambil kaca mata dan mengepaskan posisinya di telinga saya. Kaca mata ini masih saya pakai ketika kembali ke Indonesia.

Comments

Popular posts from this blog

AKIBAT BEDA NAMA DI VISA DENGAN DI PASPOR

Ada pengalaman menarik di sini, yaitu ketika ada salah satu mahasiswa Indonesia tertahan lama di bandara Auckland hanya karena nama yang berbeda. Rupanya, yang bersangkutan telah mengubah namanya dari dua kata menjadi tiga kata di paspornya. Bagi yang pernah naik haji atau akan ke Saudi Arabia, pasti tahu adanya persyaratan khusus ini, di mana setiap orang harus mempunyai tiga kata pada namanya. Karena itu, biasanya kita mengubah nama di paspor menjadi tiga kata, walaupun awalnya di akte hanya ada satu atau dua kata terkait nama kita. Masalahnya, ketika Anda mendaftar visa ke New Zealand, nama mana yang akan digunakan? Nama yang tiga kata itu atau nama sebelumnya? Nach, ini yang terjadi. Karena mahasiswa tadi menggunakan dua kata pada nama di visanya yang berbeda di paspornya, akhirnya proses pemeriksaan di bandaran Auckland menjadi lama bagi dirinya (menurut info dari salah satu anggota rombongan). Ini akibatnya tidak hanya merepotkan dirinya, tetapi juga rombongannya. Akhirnya, rombo...

TINGGAL DI PINGGIRAN AUCKLAND

Umumnya, mahasiswa di Auckland disarankan tinggal di city. Pertimbangan utama adalah agar tidak mengeluarkan biaya transportasi lagi ketika ke kampus. Cukup jalan kaki. Sebelum saya tiba di Auckland, saya sudah merancang tinggal di pinggiran Auckland karena saya tidak terlalu nyaman tinggal di city. Dari kecil saya dibesarkan di city, kota Jakarta. Sebelum tinggal di Auckland, saya tinggal di pinggiran Jakarta, daerah Bintaro. Biasanya saya naik kereta atau kendaraan dinas jika menuju ke kantor. Kalau naik kendaraan dinas, saya tidak nyaman menyetir sendiri, biasanya disupiri oleh supir kantor. Saya sudah lama menikmati kehidupan di pinggiran. Akhir pekan bisa bersepeda ria dan banyak aktivitas lainnya. Nach, ketika akan ke Auckland, beberapa mahasiswa yang sudah lebih dahulu tinggal di Auckland sempat saya minta tolong untuk mencarikan tempat tinggal yang murah di arah selatan Auckland, seperti Mount Roskill, Mount Wellington, bahkan Manukau. Ternyata, mereka tidak ada yang berani mer...

PASPOR BIRU ATAU HIJAU?

Pertanyaan ini selalu muncul dari pegawai negeri yang akan kuliah di luar negeri. Ada tiga alasan kenapa Anda menggunakan paspor biru di masa lalu. Pertama, karena adanya fasilitas khusus. Kedua, karena untuk syarat pencairan dana, kalau sumber pengeluaran anggarannya dari pos APBN/D. Ketiga, untuk keperluan penyesuaian ijazah di Kemdikbud ketika pulang nanti. Namun, tidak semua hal itu sekarang ini relevan. Alasan pertama hanya berlaku kalau Anda pergi ke negara Asean. Ketika tiba di sana biasanya ada jalur khusus untuk paspor dinas/biru yang hampir disamakan dengan paspor diplomatik/merah tua ketika melalui jalur pemeriksaan di imigrasi mereka. Kenapa? Agak rumit menjelaskannya. Yang jelas ini untuk mempercepat karena tidak semua paspor dinas ter-release datanya ke komunitas imigrasi internasional untuk kepentingan tertentu. Kalau alasan pertama masih dikaitkan dengan kemudahan layanan ketika di pos pengecekan imigrasi Indonesia (keberangkatan/kepulangan), itu pun saat ini sudah tida...

POPULERNYA UBI JALAR (KUMARA) DI NEW ZEALAND

Di sini, ubi jalar dikenal dengan nama Kumara. Beberapa bulan di sini, saya sering bertanya-tanya, kenapa supermarket memberikan space yang lumayan luas untuk menjaja ubi jalar? Yang bisa menandingi penyediaan space yang luas ini, kalau saya lihat, hanyalah kentang. Kalau kentang diberikan space yang luas, tentu wajar saja karena budaya western sering memakan kentang. Di negera kita, ubi jalar sering dianggap sebagai makanan kelas bawah, di masa lalu. Syukurnya, belakangan ini kantor-kantor pemerintah sudah mulai membiasakan diri menyediakan ubi jalar untuk hidangan coffee break karena aman untuk mencegah kolesterol buruk. Tapi, kenapa di New Zealand ubi jalar juga populer? Rupanya, saya baru tahu dari teman istri yang sama-sama bekerja di rumah sakit. Ia kebetulan berasal dari Cina. Katanya, ubi jalar baik untuk mengobati masuk angin. Karenanya, banyak pelanggannya di sini. Ini akhirnya menjawab pertanyaan saya. Soalnya, di sini kita sering diterpa angin dan akhirnya sering masuk...

BAGAIMANA KALAU MELAHIRKAN DI NEW ZEALAND?

Saya pernah mendapat pertanyaan, apakah seorang istri yang kebetulan mahasiswi Dikti atau beasiswa lain yang non-NZAS ketika melahirkan di sini bisa mendapatkan fasilitas gratis di rumah sakit, seperti umumnya warga negara di sini? Setelah saya cek, ternyata bisa, asalkan pasangannya/suaminya mempunyai working visa minimal 2 tahun. Soalnya, fasilitas untuk si suami ini sama dengan mahasiswa NZAS, yang fasilitas ini berlaku juga untuk pasangan dan keluarganya. Definisi pasangan ( partner ) di sini pun sangat luas, di mana bisa berarti pasangannya itu secara biologis berkelamin pria atau wanita. Karena itu, jika dibalik logikanya, mahasiswa pria yang membawa istri, sebaiknya terlebih dahulu mengurus working visa minimal 2 tahun untuk istrinya agar ia (mahasiswa) dan anak-anaknya mempunyai hak sama ke fasilitas layanan kesehatan publik yang ada si sini. Ini juga akan membantu, di mana jika tidak penting sekali, ia tidak perlu mengurus insurance lagi untuk keluarganya kalau sudah...