Siapakah yang lebih powerful , seorang menteri atau anggota DPR? Pertanyaan ini tentu menarik ketika kita melihat peliknya situasi politik belakangan ini, utamanya ketika terjadi debat sengit tentang etika bersidang para pejabat negara di DPR. Kita sering melihat, sebagai contoh, begitu mendebu-debunya seorang anggota DPR menuntut kehadiran seorang menteri di persidangan DPR , tetapi ketika menteri yang diundang akhirnya hadir, hanya segelintir anggota DPR yang hadir. Kita juga sering melihat anggota DPR yang semangat bertanya di awal persidangan , tetapi ketika sang menteri memberi jawaban, anggota DPR itu sudah tidak ber ada di ruang sidang , sibuk dengan urusan pribadinya di luar . Dari persidangan itu, kita bisa melihat bahwa anggota DPR merasa begitu powerful - nya dibandingkan dengan seorang menteri. Lihatlah, a nggota DPR mempunyai kewenangan memaksa seorang menteri untuk hadir di persidangan, tetapi menteri tidak memiliki kewenangan itu. Dalam sistem demokrasi p...
Indonesians who have ever lived in Auckland, New Zealand