Skip to main content

UMUR EKONOMIS MAHASISWA PhD

Tempo hari ada seorang mahasiswa yang sedang mengambil master di Auckland berpandangan bahwa menjadi mahasiswa PhD itu lebih banyak waktu. Mereka mahasiswa PhD itu punya waktu lebih banyak untuk jalan-jalan, bisa lebih sering update status facebook, dan seterusnya. Ternyata pandangan itu tidaklah selalu benar.

Selama sekitar satu tahun melalui perjalanan sebagai mahasiswa PhD, saya merasakan bahwa mahasiswa PhD bukan berarti memiliki waktu lebih banyak dari mahasiswa master. Hal ini terasa ketika minggu lalu saya mendapat konfirmasi candidature. Saya dan kedua supervisor saya cukup berbahagia ketika komite di fakultas sangat mengapresiasi proposal yang saya buat; dengan bantuan supervisi dari kedua supervisor saya, tentunya. Email dari sekretariat komite tertulis seperti ini:
"Dear Rudy
The PhD/MPhil Committee meeting of 22 April 2015 considered your PGR9 Confirmation of Candidature Research Proposal.
I am pleased to advise that the Committee approved your PGR9. The Committee commend you on an excellent report and presentation. Congratulations!
Congratulations Rudy."
Cukup menyenangkan bukan? Ya, untuk sesaat. Ternyata itu barulah langkah awal. Walaupun saya mempunyai masa waktu menyelesaikan PhD sekitar 3 tahun, bukan berarti umur mahasiswa PhD itu 3 tahun dan bisa berleha-leha, loch.

Dalam pandangan saya, ternyata umur ekonomis mahasiswa PhD itu bisa ditaksir sekitar 6 bulan dan bukan 3 tahun. Umur ekonomis ini biasa dikenal di dunia akuntansi. Maklumlah, orang akuntansi suka mengkuantifikasi banyak hal. Bahkan, umur ekonomis Anda sebagai pegawai perusahaan pun dicoba untuk diukur oleh orang akuntansi, yang biasa dikenal sebagai human capital atau human asset.

Umur ekonomis banyak digunakan untuk mengukur aset. Aset itu bagi dunia akuntansi mempunyai umur ekonomis. Walaupun aset sejenis mobil bisa dipakai 10 tahun atau lebih, bagi dunia akuntansi umur ekonomisnya hanya 5 tahun. Kalau kita ingin memperpanjang umur ekonomisnya, maka pada akhir tahun ke-5 harus dievaluasi kembali. Kadang, aset itu harus di-overhaul total dengan biaya tambahan agar umur ekonomisnya bisa diperpanjang.

Umur ekonomis mahasiswa PhD itu 6 bulan karena setiap akhir bulan ke-6 supervisor dan universitas akan mengevaluasi kembali secara periodik mahasiswa PhD. Nach, di sinilah titik kritisnya. Walaupun seorang mahasiswa PhD sudah menjadi PhD Candidate, bukan berarti umur ekonomisnya 3 tahun. Seorang mahasiswa PhD harus bisa meyakinkan supervisor dan universitasnya bahwa umur ekonomisnya bisa diperpanjang setelah 6 bulan itu untuk 6 bulan berikutnya.

Jika mereka melihat umur ekonomisnya tidak bisa diperpanjang, maka seorang mahasiswa PhD akan di-scrap. Karena itu, mahasiswa PhD terus mempunyai semangat agar tidak menjadi barang scrap.

Comments

Popular posts from this blog

AKIBAT BEDA NAMA DI VISA DENGAN DI PASPOR

Ada pengalaman menarik di sini, yaitu ketika ada salah satu mahasiswa Indonesia tertahan lama di bandara Auckland hanya karena nama yang berbeda. Rupanya, yang bersangkutan telah mengubah namanya dari dua kata menjadi tiga kata di paspornya. Bagi yang pernah naik haji atau akan ke Saudi Arabia, pasti tahu adanya persyaratan khusus ini, di mana setiap orang harus mempunyai tiga kata pada namanya. Karena itu, biasanya kita mengubah nama di paspor menjadi tiga kata, walaupun awalnya di akte hanya ada satu atau dua kata terkait nama kita. Masalahnya, ketika Anda mendaftar visa ke New Zealand, nama mana yang akan digunakan? Nama yang tiga kata itu atau nama sebelumnya? Nach, ini yang terjadi. Karena mahasiswa tadi menggunakan dua kata pada nama di visanya yang berbeda di paspornya, akhirnya proses pemeriksaan di bandaran Auckland menjadi lama bagi dirinya (menurut info dari salah satu anggota rombongan). Ini akibatnya tidak hanya merepotkan dirinya, tetapi juga rombongannya. Akhirnya, rombo...

TINGGAL DI PINGGIRAN AUCKLAND

Umumnya, mahasiswa di Auckland disarankan tinggal di city. Pertimbangan utama adalah agar tidak mengeluarkan biaya transportasi lagi ketika ke kampus. Cukup jalan kaki. Sebelum saya tiba di Auckland, saya sudah merancang tinggal di pinggiran Auckland karena saya tidak terlalu nyaman tinggal di city. Dari kecil saya dibesarkan di city, kota Jakarta. Sebelum tinggal di Auckland, saya tinggal di pinggiran Jakarta, daerah Bintaro. Biasanya saya naik kereta atau kendaraan dinas jika menuju ke kantor. Kalau naik kendaraan dinas, saya tidak nyaman menyetir sendiri, biasanya disupiri oleh supir kantor. Saya sudah lama menikmati kehidupan di pinggiran. Akhir pekan bisa bersepeda ria dan banyak aktivitas lainnya. Nach, ketika akan ke Auckland, beberapa mahasiswa yang sudah lebih dahulu tinggal di Auckland sempat saya minta tolong untuk mencarikan tempat tinggal yang murah di arah selatan Auckland, seperti Mount Roskill, Mount Wellington, bahkan Manukau. Ternyata, mereka tidak ada yang berani mer...

PASPOR BIRU ATAU HIJAU?

Pertanyaan ini selalu muncul dari pegawai negeri yang akan kuliah di luar negeri. Ada tiga alasan kenapa Anda menggunakan paspor biru di masa lalu. Pertama, karena adanya fasilitas khusus. Kedua, karena untuk syarat pencairan dana, kalau sumber pengeluaran anggarannya dari pos APBN/D. Ketiga, untuk keperluan penyesuaian ijazah di Kemdikbud ketika pulang nanti. Namun, tidak semua hal itu sekarang ini relevan. Alasan pertama hanya berlaku kalau Anda pergi ke negara Asean. Ketika tiba di sana biasanya ada jalur khusus untuk paspor dinas/biru yang hampir disamakan dengan paspor diplomatik/merah tua ketika melalui jalur pemeriksaan di imigrasi mereka. Kenapa? Agak rumit menjelaskannya. Yang jelas ini untuk mempercepat karena tidak semua paspor dinas ter-release datanya ke komunitas imigrasi internasional untuk kepentingan tertentu. Kalau alasan pertama masih dikaitkan dengan kemudahan layanan ketika di pos pengecekan imigrasi Indonesia (keberangkatan/kepulangan), itu pun saat ini sudah tida...

POPULERNYA UBI JALAR (KUMARA) DI NEW ZEALAND

Di sini, ubi jalar dikenal dengan nama Kumara. Beberapa bulan di sini, saya sering bertanya-tanya, kenapa supermarket memberikan space yang lumayan luas untuk menjaja ubi jalar? Yang bisa menandingi penyediaan space yang luas ini, kalau saya lihat, hanyalah kentang. Kalau kentang diberikan space yang luas, tentu wajar saja karena budaya western sering memakan kentang. Di negera kita, ubi jalar sering dianggap sebagai makanan kelas bawah, di masa lalu. Syukurnya, belakangan ini kantor-kantor pemerintah sudah mulai membiasakan diri menyediakan ubi jalar untuk hidangan coffee break karena aman untuk mencegah kolesterol buruk. Tapi, kenapa di New Zealand ubi jalar juga populer? Rupanya, saya baru tahu dari teman istri yang sama-sama bekerja di rumah sakit. Ia kebetulan berasal dari Cina. Katanya, ubi jalar baik untuk mengobati masuk angin. Karenanya, banyak pelanggannya di sini. Ini akhirnya menjawab pertanyaan saya. Soalnya, di sini kita sering diterpa angin dan akhirnya sering masuk...

BAGAIMANA KALAU MELAHIRKAN DI NEW ZEALAND?

Saya pernah mendapat pertanyaan, apakah seorang istri yang kebetulan mahasiswi Dikti atau beasiswa lain yang non-NZAS ketika melahirkan di sini bisa mendapatkan fasilitas gratis di rumah sakit, seperti umumnya warga negara di sini? Setelah saya cek, ternyata bisa, asalkan pasangannya/suaminya mempunyai working visa minimal 2 tahun. Soalnya, fasilitas untuk si suami ini sama dengan mahasiswa NZAS, yang fasilitas ini berlaku juga untuk pasangan dan keluarganya. Definisi pasangan ( partner ) di sini pun sangat luas, di mana bisa berarti pasangannya itu secara biologis berkelamin pria atau wanita. Karena itu, jika dibalik logikanya, mahasiswa pria yang membawa istri, sebaiknya terlebih dahulu mengurus working visa minimal 2 tahun untuk istrinya agar ia (mahasiswa) dan anak-anaknya mempunyai hak sama ke fasilitas layanan kesehatan publik yang ada si sini. Ini juga akan membantu, di mana jika tidak penting sekali, ia tidak perlu mengurus insurance lagi untuk keluarganya kalau sudah...