Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

MENAIKKAN ANGGARAN KEPOLISIAN: APAKAH SOLUSI?

Sumber foto: http://www.nzherald.co.nz/ Kepolisian akhirnya buka-bukaan dengan keyataan pahit selama ini, yaitu soal bagaimana aparat kepolisian mengelola operasinya dan memperoleh dana. Karena dana yang terbatas, kepolisian telah menyatakan secara jujur dan terbuka bagaimana cara-cara lama digunakan untuk menangani kasus. Hal ini jarang sekali diperbincangkan secara terbuka. Bagi aparat kepolisian, sangat lazim dikenal istilah sumber dana dari si parman atau superman, yang panjangnya adalah dana dari "partisipasi teman" atau "sumbangan pertemanan". Dana ini biasanya digunakan untuk menyelesaikan suatu kasus. Misalnya, mencari pencuri atau pembunuh. Aparat kepolisian membutuhkan biaya transportasi dan akomodasi untuk ini. Para komandan sering menganggap bahwa itu urusan masing-masing aparatnya untuk mencari dana tersebut. Karena itu, aparat kepolisian sering mencari dana dari pengusaha, atau bahkan ke pengusaha yang memiliki usaha ilegal, seperti bisnis pr...

PhD MORNING TEA

It’s another morning tea with the other PhD students at AUT Business School. This is the final morning tea of the year. See you all next year!

VIDEO WISATA KE SELANDIA BARU TAHUN 1940

 Baru-baru ini muncul video tentang wisatawan yang berkunjung ke Selandia Baru tahun 1940. Bisa dibayangkan, itu adalah 74 tahun lalu. Hebatnya, hasil video itu masih bisa dilihat dengan baik dan dapat diakses di Youtube. Video perjalanan wisata dari Auckland ke arah selatan itu dibagi dua. Yang pertama dari Auckland ke Wairoa. Satu lagi, perjalanan wisata dari Wairoa ke Wellington. Kalau melihat apa yang ditampilkan di video itu, suasana alam di Selandia Baru ternyata tidak berbeda dengan dulu 74 tahun lalu. Itulah hebatnya negara ini bisa menjaga keberlangsungan alamnya. Hanya saja, yang menarik bukan tentang suasana alamnya. Yang menjadi berita di sini adalah siapa orang-orang yang ada di video itu. Siapa tahu ada yang Anda kenal. 

KABINET KERJA ATAU KABINET BERINTEGRITAS?

Ketika mengumumkan anggota kabinetnya, Presiden Jokowi memberikan nama kabinetnya sebagai "kabinet kerja". Saya sempat bertanya, mengapa Jokowi tidak menggunakan kata "berkinerja"? Saya yakin orang-orang di sekitarnya paham perbedaan dua kata itu. Kalau hanya kerja, itu berarti hanya berproses, sedangkan berkinerja itu benar-benar menekankan pada hasil. Kesannya, Jokowi tidak terlalu mementingkan hasil. Karena itu, ia tidak menggunakan kata berkinerja. Bisa jadi, itu pilihan yang diambil Jokowi melihat situasi politik saat ini. Paling tidak, pada pemerintahannya saat ini, ia merasa hanya bisa lebih banyak fokus kepada proses. Ia tidak terlalu menekankan target muluk-muluk, di mana kabinetnya bisa menghasilkan sesuatu yang besar. Baginya, bekerja saja dahulu sudah cukup baik. Menggunakan kata kabinet kerja dan memperhatikan tekanan politik yang akan semakin berat, dia menekankan kepada anggota kabinetnya agar tidak terlalu memusingkan komentar dari luar, terutam...

BERSEPEDA KE KAMPUS

Minggu lalu saya mengikuti training yang diorganisasikan oleh Auckland Transport. Saya mengambil kelas expert karena lebih dimaksudkan untuk improvement dan safety . Di training ini, saya juga mendapat teori menggunakan gear yang benar. Hal penting yang menjadi catatan saya adalah, pertama , Anda akan didenda $50 jika Anda bersepeda, tetapi: - Tidak menggunakan helm; - Salah satu rem bermasalah; atau - Tidak menggunakan lampu ketika bersepeda di malam hari. Kedua , ternyata ada teknik menggunakan helm sepeda yang benar. Saya pikir selama ini menggunakan helm tidak ada tekniknya. Asal dipakai saja. Ketiga , untuk kondisi jalan di Auckland, ternyata kita cukup memainkan gear belakang pada posisi 1 atau 2 ketika menanjak, dan 6 atau 9 (tergantung jumlah gear) kalau menurun. Gear depan cukup diset di posisi 2 (tengah). Jika hanya perlu mengubah posisi gear depan ke posisi 3 atau 1 dalam kondisi ekstrim. Aturan menggunakan aba-aba ketika berbelok ke kiri atau kanan den...

RANKING DEPARTEMEN ATAU UNIVERSITAS?

Sebelum saat ini kuliah di AUT, tempo hari sebenarnya saya juga mendapat acceptance letter dari sebuah universitas di New Zealand. Ranking universitas tersebut sebenarnya lebih bagus dari AUT. Hanya saja, ketika saya cek kembali untuk bidang saya, ternyata terjadi trend penurunan ranking pada universitas ini. Di sisi lain, rangking AUT pada bidang saya malah terus meningkat untuk subjek accounting and finance . Karena itu, ketika saya mendaftar ke aplikasi beasiswa NZAS, saya letakkan AUT di pilihan pertama. Rupanya tahun 2014 ini accounting dan finance di AUT rankingnya meningkat lagi dan masuk ke kelompok 51 - 100 dunia terbaik di dunia, dibanding tahun sebelumnya yang masih di kelompok 100 - 150. Ranking ini saya lihat cukup menunjukkan kualitas suatu departemen/fakultas selama studi di AUT. Saya suka menghadiri presentasi proposal riset dari departemen lain di AUT. Sepertinya, memang ranking ini cukup merepresentasikan kenyataan jika membanding kualitas antar departemen di AUT. Ap...

POPULERNYA UBI JALAR (KUMARA) DI NEW ZEALAND

Di sini, ubi jalar dikenal dengan nama Kumara. Beberapa bulan di sini, saya sering bertanya-tanya, kenapa supermarket memberikan space yang lumayan luas untuk menjaja ubi jalar? Yang bisa menandingi penyediaan space yang luas ini, kalau saya lihat, hanyalah kentang. Kalau kentang diberikan space yang luas, tentu wajar saja karena budaya western sering memakan kentang. Di negera kita, ubi jalar sering dianggap sebagai makanan kelas bawah, di masa lalu. Syukurnya, belakangan ini kantor-kantor pemerintah sudah mulai membiasakan diri menyediakan ubi jalar untuk hidangan coffee break karena aman untuk mencegah kolesterol buruk. Tapi, kenapa di New Zealand ubi jalar juga populer? Rupanya, saya baru tahu dari teman istri yang sama-sama bekerja di rumah sakit. Ia kebetulan berasal dari Cina. Katanya, ubi jalar baik untuk mengobati masuk angin. Karenanya, banyak pelanggannya di sini. Ini akhirnya menjawab pertanyaan saya. Soalnya, di sini kita sering diterpa angin dan akhirnya sering masuk...

BAGAIMANA KALAU MELAHIRKAN DI NEW ZEALAND?

Saya pernah mendapat pertanyaan, apakah seorang istri yang kebetulan mahasiswi Dikti atau beasiswa lain yang non-NZAS ketika melahirkan di sini bisa mendapatkan fasilitas gratis di rumah sakit, seperti umumnya warga negara di sini? Setelah saya cek, ternyata bisa, asalkan pasangannya/suaminya mempunyai working visa minimal 2 tahun. Soalnya, fasilitas untuk si suami ini sama dengan mahasiswa NZAS, yang fasilitas ini berlaku juga untuk pasangan dan keluarganya. Definisi pasangan ( partner ) di sini pun sangat luas, di mana bisa berarti pasangannya itu secara biologis berkelamin pria atau wanita. Karena itu, jika dibalik logikanya, mahasiswa pria yang membawa istri, sebaiknya terlebih dahulu mengurus working visa minimal 2 tahun untuk istrinya agar ia (mahasiswa) dan anak-anaknya mempunyai hak sama ke fasilitas layanan kesehatan publik yang ada si sini. Ini juga akan membantu, di mana jika tidak penting sekali, ia tidak perlu mengurus insurance lagi untuk keluarganya kalau sudah...

AKIBAT BEDA NAMA DI VISA DENGAN DI PASPOR

Ada pengalaman menarik di sini, yaitu ketika ada salah satu mahasiswa Indonesia tertahan lama di bandara Auckland hanya karena nama yang berbeda. Rupanya, yang bersangkutan telah mengubah namanya dari dua kata menjadi tiga kata di paspornya. Bagi yang pernah naik haji atau akan ke Saudi Arabia, pasti tahu adanya persyaratan khusus ini, di mana setiap orang harus mempunyai tiga kata pada namanya. Karena itu, biasanya kita mengubah nama di paspor menjadi tiga kata, walaupun awalnya di akte hanya ada satu atau dua kata terkait nama kita. Masalahnya, ketika Anda mendaftar visa ke New Zealand, nama mana yang akan digunakan? Nama yang tiga kata itu atau nama sebelumnya? Nach, ini yang terjadi. Karena mahasiswa tadi menggunakan dua kata pada nama di visanya yang berbeda di paspornya, akhirnya proses pemeriksaan di bandaran Auckland menjadi lama bagi dirinya (menurut info dari salah satu anggota rombongan). Ini akibatnya tidak hanya merepotkan dirinya, tetapi juga rombongannya. Akhirnya, rombo...

PASPOR BIRU ATAU HIJAU?

Pertanyaan ini selalu muncul dari pegawai negeri yang akan kuliah di luar negeri. Ada tiga alasan kenapa Anda menggunakan paspor biru di masa lalu. Pertama, karena adanya fasilitas khusus. Kedua, karena untuk syarat pencairan dana, kalau sumber pengeluaran anggarannya dari pos APBN/D. Ketiga, untuk keperluan penyesuaian ijazah di Kemdikbud ketika pulang nanti. Namun, tidak semua hal itu sekarang ini relevan. Alasan pertama hanya berlaku kalau Anda pergi ke negara Asean. Ketika tiba di sana biasanya ada jalur khusus untuk paspor dinas/biru yang hampir disamakan dengan paspor diplomatik/merah tua ketika melalui jalur pemeriksaan di imigrasi mereka. Kenapa? Agak rumit menjelaskannya. Yang jelas ini untuk mempercepat karena tidak semua paspor dinas ter-release datanya ke komunitas imigrasi internasional untuk kepentingan tertentu. Kalau alasan pertama masih dikaitkan dengan kemudahan layanan ketika di pos pengecekan imigrasi Indonesia (keberangkatan/kepulangan), itu pun saat ini sudah tida...

VISITOR ATAU WORKING VISA?

Bagi mahasiswa yang mau datang ke New Zealand, sering kali menanyakan untuk suami atau istri yang akan diikutkan bersama sebaiknya menggunakan visa visitor atau visa bekerja? Ada satu case, di mana mahasiswa master ini dibiayai dari NZAID, tetapi karena anaknya masih kecil, ia perkirakan istrinya tidak mungkin bekerja ketika di sini. Karena itu, ia mengajukan visitor visa. Ini juga agar ia cukup membayar biaya yang murah. Satu aplikasi visa untuk istri dan kedua anaknya. Ternyata, ia mendapat informasi dari petugas imigrasi New Zealand di Indonesia bahwa dengan kondisi membawa 2 anak dan mengajukan visitor visa si istri harus mempunyai rekening bank paling tidak Rp 288 juta. Jika mengajukan visa kerja, ia cukup mempunyai rekening $NZ 4,200. Loginya begini. Kalau Anda istri/suami Anda mengajukan visa kerja, maka istri/suami Anda diasumsikan akan dapat mencari nafkah tambahan di sini. Karena itu, imigrasi New Zealand hanya mensyaratkan jaminan adanya dana di rekening bank Anda $4,200 un...

MENGGANTI KACA MATA GELAP DENGAN ASURANSI

Saya pernah menggunakan fasilitas asuransi untuk membeli kaca mata di sini. Rupanya, kita setiap tahunnya dapat mengganti kaca mata dengan dana maksimal $300 dari penggantian asuransi. Sebelumnya, saya sempat membeli kaca mata baca di toko pharmacy di sini seharga $20. Rupanya, kaca mata itu tidak cocok dengan mata saya. Soalnya, mata kiri dan kanan saya tidak sama plus-minusnya. Istilahnya, saya harus membeli kaca mata berbasis resep. Untuk mengganti kaca mata yang langsung dibayar oleh asuransi, pertama, saya registrasi melalui link ini http://www.sscorporate.co.nz/Insurance/SSafe/SSafe_claims.asp. Esok paginya saya sudah mendapat telepon dari salah satu toko http://www.specsavers.com/ di Glanfield Mall. Tadinya, sebelum tiba di toko, petugasnya menanyakan lewat telepon dalam 2 tahun ini apakah saya pernah memeriksakan mata. Saya bilang, di sini belum, tetapi kalau di Indonesia pernah. Katanya, silahkan membawa berkas yang lama. Kalau perlu pemeriksaan, saya akan di-charge $60. Waduc...

MISSING IN NORTH SHORE

Ini mungkin judul yang lebih tepat. Kejadian hilangnya seorang ibu rumah tangga yang umurnya 50-an sudah sedikit menjawab pertanyaan saya selama ini, yaitu kenapa ketika berpapasan dengan orang-orang Asia di North Shore, mereka cenderung menghindar. Mereka yang umumnya berasal dari Asia jarang mau menegor kita ketika berpapasan. Mereka cenderung menghindar. Tadinya, saya menduga sikap ini lebih banyak karena mereka berasal dari negara konflik, seperti Filipina, atau dari negara tertutup seperti Cina. Jadi, mereka cenderung curiga dengan orang asing. Akibatnya, mereka terkesan tidak ramah. Rupanya, bukan karena itu penyebab utamanya. Bisa jadi kejadian seperti inilah penyebabnya. Kejadian seperti ini rupanya sudah pernah terjadi juga di North Shore. Maklum saja, pulang jam 7 saja sudah terasa sunyi sekali di jalan. Saya malah pernah cuma sendirian di bus dari Stasiun Akaronga ke rumah saya. Bayangkan, kalau kita harus jalan dari halte bus ke rumah kita yang cukup jauh seperti ibu yang h...

MENDIDIK PEJABAT PUBLIK

Tantangan terberat mendidik pejabat publik di Indonesia adalah mengakui adanya masalah. Biasanya, ketika seorang pejabat menghadapi kondisi terbukanya informasi kebobrokan di organisasinya, langkah pertama adalah menghindari untuk mengakui adanya masalah itu ( avoidance ). Karena itu, ketika saya menjadi adviser di beberapa instansi pemerintah di bidang egovernment, langkah terberat yang sering saya lakukan adalah adanya pengakuan (retreat) atau mendefinisikan masalah. Masalah tersebut biasanya dirumuskan secara bersama dengan pejabat puncak dan pelaku kunci. Dalam riset, hal ini lebih dikenal sebagai riset secara partisipatif. Mengapa pejabat publik cenderung menghindar mengakui adanya masalah? Generasi pejabat publik di jenjang puncak saat ini kebanyakan adalah hasil produk sistem Orde Baru, tidak peduli mereka dari akademisi atau murni birokrat. Di zaman Orde Baru, kita mengenal adanya Kotak Pos 5000 atau Opstib. Kalau ada keluhan atau pengaduan yang masuk ke Kotak Pos 5000, Anda ta...

TUKANG TIPU DI NEW ZEALAND

Anda bilang tidak ada tukang tipu ( scammer ) di New Zealand? Well , jangan terlalu percaya dulu. Di sini banyak sekali aturan dibuat. Tentu aturan ini dibuat karena banyaknya kriminalitas di masa lalu. Salah satu hal yang Anda perlu berhati-hati adalah penipuan pekerjaan atau juga penipuan ke pekerja. Dari yang saya baca di koran sini, banyak yang sudah terkuras uangnya akibat tukang tipu. Saya pernah berkomunikasi langsung dengan mereka. Kebetulan, saya menerima email penawaran kerja. Padahal, saya tidak merasa melamar pekerjaan ini. Sebenarnya juga, kalau punya email gmail, Anda akan menerima pemberitahuan adanya risiko tersebut. Sayangnya, gmail hanya menginformasikan bahwa email sejenis dikirim ke banyak orang. Gmail tidak menginformasikan email itu scam atau tidak. Hanya sekedar warning. Iseng-iseng, saya me- reply email tadi. Kemudian, saya mendapat jawaban. Jawabannya juga sangat meyakinkan. Bahkan, mereka menginformasikan websitenya. Ini websitenya www.kdl-goods.com dan masih...

MEMBELI MOBIL DI AUCKLAND

Bagi yang Anda yang akan membeli mobil di Auckland, penting untuk mengetahui WOF. Kebetulan, saya pernah memperpanjang WOF. Apa itu WOF? Sederhana saja sebenarnya, ini adalah uji layak jalan atau tidaknya mobil kita. Untuk mobil yang dikeluarkan di bawah tahun 2000, uji kelayakan dilakukan setiap 6 bulan. Mobil keluaran tahun 2000 dan setelahnya cukup 1 tahun sekali. Dari bincang-bincang, saya baru tahu bahwa memang kalau ada kendaraan yang sudah "merepotkan", di New Zealand ini paling gampang menjualnya ke mahasiswa di sini. Soalnya, mahasiswa jarang menggunakannya untuk jarak jauh dan lama penggunaannya pun antara satu - dua tahun, selama mereka studi di sini. Agar Anda tidak memperoleh mobil yang merepotkan nantinya, perlu diperhatikan betul kapan WOF berakhir. Jangan sampai ketika Anda membeli, Anda harus uji kelayakan lagi. Untuk WOF ini, Anda harus mengeluarkan biaya lagi untuk perbaikan kalau ada yang tidak layak. Selain itu, ketika membeli, Anda harus perhatikan...

INTEGRASI SISTEM KEUANGAN DAN SISTEM OPERASI

Beberapa waktu lalu kita mendengar gonjang-ganjing soal terlambatnya pencairan beasiswa Dikti untuk mahasiswa yang sedang kuliah di luar negeri. Anda bisa bayangkan bagaimana pusingnya para mahasiswa itu. Namun, ketika melihat pernik-pernik yang ada -- baik karena pencairan dana beasiswa yang terlambat, jalan rusak di mana-mana, orang miskin tidak diurusi, dan seterusnya—saya cenderung berhati-hati ketika menyimpulkan. Kasus keterlambatan pencairan beasiswa Dikti ini adalah contoh nyata di mana banyak masyarakat terdidik sebagai customer negara merasakan langsung masalah sistem keuangan kita. Hanya saja, kita saat ini cenderung melihatnya dari sisi luar, memberikan tekanan ke pejabat publik melalui media dan sebagainya, baik dengan petisi online , atau apapun namanya ( etic perspective ). Ketika pemimpin tidak merakyat, saya rasa pendekatan itu memang pas. Namun, ketika kita sudah mempunyai pemimpin yang katanya merakyat, Jokowi, mestinya pendekatan itu diubah, dengan melihat secara kr...

PENCURIAN LAPTOP

Rupanya, tidak hanya di Indonesia saja pencurian laptop secara sistematis dilakukan, dari mulai pencurian di rumah pribadi, perkantoran, warnet, bahkan di sekolahan. Di Auckland pun kampus bisa kecurian laptop. Padahal, di sini, cctv sudah ada di mana-mana. Saya mendapat email security warning ini dari kampus saya: Hi all We have had a break-in into a XXX staff office, where a laptop and some personal belongings were taken. Another incident has resulted in 7 laptops being stolen from a XXX classroom. Can I please take this opportunity to remind staff to be vigilant with security matters, and report any concerns to Security x9997 immediately. Please also remember to report any missing laptops in classrooms to ICT as soon as they are noticed missing. The following are some good tips to follow: · Remove any 'valuable' items from sight in offices (including alcohol iPads etc) · Staff with laptops should be taking these home wherever practical, or ensure it is locked away out of sig...

TUKANG TIPU MENGAKU DARI IRS

Banyak saja orang melakukan penipuan di sini. Beberapa waktu lalu, saya mendapa telepon ke nomor di rumah. Katanya, dia dari IRS. "You have a problem with your tax return," katanya. Begitu saya tanya dia mau bicara dengan siapa, dia malah bilang: "Please tell me your name." Aneh-aneh saja memang. Terus saya bilang saja ke dia, "Kamu itu sedang diinvestigasi polisi." Walah, dia malah ngeyel: "Please, tell me more." Tukang tipu ini berlogat Asia. Mirip dengan di Indonesia, dia menelepon dengan nomor mobile. Tampaknya pula, dia menelepon dari jalan. Yang cukup aneh, di New Zealand kami tidak mengenal IRS. Yang ada adalah IRD. Ini mirip seperti Ditjen Pajak kalau di Indonesia. Dari yang saya baca di media di sini, yang menjadi target adalah orang asing atau migran. Kenapa demikian? Mungkin karena orang asing di sini lebih mengenal kata IRS. Di US, IRS merupakan lembaga yang disegani. Jadi, mereka sengaja menggunakan IRS untuk menakuti para migran di ...

TIDAK SELALU, CARI KERJA DI AUCKLAND ITU SUSAH

Selama ini, kesannya, mencari kerja sambilan di New Zealand, utamanya Auckland, cukup susah bagi mahasiswa di sini. Namun, asumsi itu tidak selalu benar. Beberapa waktu lalu, saya bertemu dengan orang Indonesia yang memiliki usaha jasa cleaning di daerah North Shore. Biasanya, setelah jumatan, kami warga Indonesia mengobrol-ngobrol sebentar. Pada obrolan itu, menyatakan kesulitannya mencari tenaga kerja untuk membantunya. Kalau tidak berhasil juga merekrut tenaga kerja baru, rencanya ia akan mau menjual beberapa kliennya ke perusahaan jasa cleaning lainnya. Nach, obrolan ini membantah bahwa mencari kerja sambilan di Auckland itu susah. Menurut saya, yang lebih susah adalah mencari tenaga kerja yang mau bekerja sambilan di jasa cleaning ini. Nach, bagi Anda yang akan akan ke New Zealand, jangan takut kalau susah mencari kerja sambilan di sini. Masih banyak peluang yang bisa dijajagi, kalau Anda sempat untuk membagi waktu antara kuliah dan bekerja. Dari pengalaman saya, ternyata tidak mu...

GROUND RULES OF BRAINSTORMING

In Indonesia, we are happy to invite people attending a brainstorming meeting. However, mostly the meeting end to hate each other rather than creating an idea. One of the problems is because participant do not understrand the ground rules of brainstorming. When you setup the brainstorming meeting, please make sure you introduces these rules first: (1) The meeting will mainly concern with quantify the ideas rather than qualify the ideas; (2) During the meeting there should be no critism of the ideas from anybody (including the chair of the meeting); and (3) Welcome and open your mind for unusual ideas. (Thomas, 2013)

STEALING PUBLIC MONEY THROUGH SUBSIDY

Corruption is a complex concept that can sometimes be difficult to distinguish from other crimes. For instance, stealing money from the government is commonly referred to as corruption, and the perpetrator is labeled a corruptor. However, why don’t we simply call them thieves?  In my opinion, the terms “thief” and “corruptor” are quite similar. The primary difference lies in the amount of money stolen. A corruptor typically steals a substantial amount of government funds, while a thief steals a smaller sum. Let’s establish a clear distinction between these terms to avoid confusion. In a country like New Zealand, which is known for its low corruption rate, I wonder if there’s no corruption at all. I’m somewhat familiar with this issue. I recently read that even some universities have faced problems with the misuse of government funds. However, a powerful enforcement agency is responsible for investigating such instances. What has been an intriguing practice for me is the practice ...

UNDERSTANDING ADDRESS IN NEW ZEALAND

In Indonesia, usually we have an address structure like this: Nomor (Number) Alamat (Street Address) RT/RW (District Code) as an option Kelurahan/Desa (Suburb) Kecamatan (Town) Kota/Kabupaten (City) Kode Pos (Post Code) Therefore, an example address would be like this: [12], [Nangka Street], [RT/RW 10/14], [Utan Kayu], [Matraman], [Jakarta Timur], [13452] In New Zealand, usually people living in the same address with some of families. They live in a flat or house.To separate the privacy, usually in a site, there would be one of more units for living. The address structure would be like this: Unit Number Street Address Suburb Town City Post Code An example address would be like this: [2]/[14],[Chivalry Road], [Glenfield], [North Shore], [Auckland City], [0634] So, please don’t get confused when you finding home address in New Zealand. Enjoy your visit when you are here.

PRELIMINARY STUDY: THE TRADING COOPERATION BETWEEN NEW ZEALAND - INDONESIA

By Rudy M. Harahap and Yetty Martihandayani [1] Whilst Indonesia is the Southeast Asia's largest economy, there is still less substantial improvement in the trading cooperation between New Zealand and Indonesia during the last five years. The total trade balance between Indonesia and New Zealand increased, but it was very slow. Indonesia is also still the net importer of the trading cooperation. The export to New Zealand from Indonesia increased slowly, but there was a stagnation of import from New Zealand by Indonesia (Figure 1). Figure 1: Export, Import, and Total Trading from Indonesia to New Zealand. Source: (Ministry of Trade Republic of Indonesia, n.d.) The main exported products from Indonesia to New Zealand were still related to non-oil and gas products. It seems that there has been a substantial growth in the export of the non-oil and gas products to New Zealand from Indonesia (Figure 2). Figure 2: Export to New New Zealand from Indonesia Source: (Mi...

PLEASE BRING YOUR RECENT CHILDREN’S SCHOOL REPORTS TO NEW ZEALAND!

Some people misunderstand the requirements for children’s schooling when they bring their children from overseas to New Zealand. Some individuals have told me that it’s unnecessary to bring recent children’s score reports. It’s true that you don’t need to bring them if you register your children from elementary or intermediate schools in New Zealand. However, when registering your children for high schools, you must bring the past score reports. The best schools in Auckland, such as Westlike Boys School, will request the most recent children’s score reports from overseas. Therefore, please ensure you bring them!

MEDICAL CHECK RESULT SUBMISSION

When applying for a visa to the New Zealand Embassy in your country, you may be required to submit your X-ray and medical check results. The specific requirements depend on the type of visa you’re applying for. Essentially, this is a comprehensive medical checkup. It’s crucial to carefully review the results before submitting them. After receiving the results, it’s advisable to review the recommendations provided by the medical check committee of an accredited hospital. These recommendations are written by the committee’s leader. Ensure that the recommendation clearly states “no significant or abnormal findings.” If you encounter recommendations mentioning “abnormal findings (not significant)” or “significant findings,” it’s best to consult a medical expert first. You have the opportunity to revise the recommendation through physical exercise or medical treatment. If the recommendation doesn’t explicitly state “no significant or abnormal findings,” the NZ Immigration officer in your co...