Skip to main content

PRELIMINARY STUDY: THE TRADING COOPERATION BETWEEN NEW ZEALAND - INDONESIA

By Rudy M. Harahap and Yetty Martihandayani[1]


Whilst Indonesia is the Southeast Asia's largest economy, there is still less substantial improvement in the trading cooperation between New Zealand and Indonesia during the last five years. The total trade balance between Indonesia and New Zealand increased, but it was very slow. Indonesia is also still the net importer of the trading cooperation. The export to New Zealand from Indonesia increased slowly, but there was a stagnation of import from New Zealand by Indonesia (Figure 1).


Figure 1: Export, Import, and Total Trading from Indonesia to New Zealand.
Source: (Ministry of Trade Republic of Indonesia, n.d.)

The main exported products from Indonesia to New Zealand were still related to non-oil and gas products. It seems that there has been a substantial growth in the export of the non-oil and gas products to New Zealand from Indonesia (Figure 2).


Figure 2: Export to New New Zealand from Indonesia
Source: (Ministry of Trade Republic of Indonesia, n.d.)

If compared to the Indonesian’s imports from New Zealand, the products were still primarily dominated by non-oil and gas products also (Figure 3). Whilst New Zealand has produced oil and gas, its export to Indonesia was still low and could be stated as in an immaterial number.

To improve this trading, recently there has been more cooperation agreement in how to improve the trading cooperation related to oil and gas products between Indonesia and New Zealand. For example, New Zealand’s government has given more scholarships to many students from Indonesia to learn about geothermal energy. It seems that in the future there could an increase of import from New Zealand by Indonesia related to these products. For example, there is a possibility that Indonesia may import some technical tools related to oil and gas processing from New Zealand.


Figure 3: Import from New Zealand to Indonesia
Source: (Ministry of Trade Republic of Indonesia, n.d.)

From the data, we can also interpret that there is a big opportunity to improve the cooperation for both of these countries. For example, the cooperation could be improved through exporting the main commodities of Indonesia (or also exporting the main commodities of New Zealand). The main exported commodities from Indonesia to other countries currently are textile, electronic, rubber and article thereof, palm oil, forest products, footwear, automotive, shrimps, cocoa, and coffee. However, there are also other potential commodities that can be exported from Indonesia to New Zealand, such as leather & leather products, medical instrument and appliances, medicinal herb, processed food, essential oil, fish & fish products, handicraft, jewellery, spices, stationery non-paper (source: the Ministry of Trade Republic of Indonesia, n.d.).

Mostly, many commodities in New Zealand are imported from other countries, such as China. Whilst Indonesia is nearer from New Zealand (if compared to China), it is an interesting question, why there New Zealand has more trading cooperation with China instead of Indonesia? Why there is no substantial trading cooperation between Indonesia and New Zealand? Currently, the main Indonesia’s trading partners are still Japan, China, Singapore, South Korea, and the United States of America (New Zealand Trade and Enterprise, n.d.). From this list of countries, there is a possibility that some products imported from China, in fact, are made in Indonesia. Or some products from China not directly imported to New Zealand, but are transferred from Indonesia.

Another possible explanation is because little is known about Indonesia from the perspective of New Zealand people and also reversely about New Zealand from the perspective of Indonesia. Another reason might be New Zealand people a bit wary when doing business with Indonesia people. A business person in New Zealand told me that business poeple in New Zealand still have a bad image about Indonesia, such as the high level of corruption, the difficulty doing business, and so on. I think that we need to understand more about this so we can improve the trading cooperation between Indonesia and New Zealand.

[1] Preliminary study to be submitted for discussion as part of GradForce’s program in supporting graduates from the universities in improving the business opportunities between Indonesia and New Zealand. The authors are the volunteer business analyst for GradForce (http://www.gradforce.co.nz/). All of the analysis is the responsibility of the authors.

References:
  • Ministry of Trade Republic of Indonesia. (n.d.). 10 Potential Commodities. kemendag.go.id. Retrieved March 27, 2014, from http://www.kemendag.go.id/en
  • Ministry of Trade Republic of Indonesia. (n.d.). Balance of Trade With Trade Partner Country. kemendag.go.id. Retrieved March 27, 2014, from http://www.kemendag.go.id/en
  • New Zealand Trade and Enterprise. (n.d.). Indonesia. Retrieved March 26, 2014, from https://www.nzte.govt.nz/en/export/export-markets/east-asia/indonesia/



Comments

Popular posts from this blog

AKIBAT BEDA NAMA DI VISA DENGAN DI PASPOR

Ada pengalaman menarik di sini, yaitu ketika ada salah satu mahasiswa Indonesia tertahan lama di bandara Auckland hanya karena nama yang berbeda. Rupanya, yang bersangkutan telah mengubah namanya dari dua kata menjadi tiga kata di paspornya. Bagi yang pernah naik haji atau akan ke Saudi Arabia, pasti tahu adanya persyaratan khusus ini, di mana setiap orang harus mempunyai tiga kata pada namanya. Karena itu, biasanya kita mengubah nama di paspor menjadi tiga kata, walaupun awalnya di akte hanya ada satu atau dua kata terkait nama kita. Masalahnya, ketika Anda mendaftar visa ke New Zealand, nama mana yang akan digunakan? Nama yang tiga kata itu atau nama sebelumnya? Nach, ini yang terjadi. Karena mahasiswa tadi menggunakan dua kata pada nama di visanya yang berbeda di paspornya, akhirnya proses pemeriksaan di bandaran Auckland menjadi lama bagi dirinya (menurut info dari salah satu anggota rombongan). Ini akibatnya tidak hanya merepotkan dirinya, tetapi juga rombongannya. Akhirnya, rombo...

TINGGAL DI PINGGIRAN AUCKLAND

Umumnya, mahasiswa di Auckland disarankan tinggal di city. Pertimbangan utama adalah agar tidak mengeluarkan biaya transportasi lagi ketika ke kampus. Cukup jalan kaki. Sebelum saya tiba di Auckland, saya sudah merancang tinggal di pinggiran Auckland karena saya tidak terlalu nyaman tinggal di city. Dari kecil saya dibesarkan di city, kota Jakarta. Sebelum tinggal di Auckland, saya tinggal di pinggiran Jakarta, daerah Bintaro. Biasanya saya naik kereta atau kendaraan dinas jika menuju ke kantor. Kalau naik kendaraan dinas, saya tidak nyaman menyetir sendiri, biasanya disupiri oleh supir kantor. Saya sudah lama menikmati kehidupan di pinggiran. Akhir pekan bisa bersepeda ria dan banyak aktivitas lainnya. Nach, ketika akan ke Auckland, beberapa mahasiswa yang sudah lebih dahulu tinggal di Auckland sempat saya minta tolong untuk mencarikan tempat tinggal yang murah di arah selatan Auckland, seperti Mount Roskill, Mount Wellington, bahkan Manukau. Ternyata, mereka tidak ada yang berani mer...

PASPOR BIRU ATAU HIJAU?

Pertanyaan ini selalu muncul dari pegawai negeri yang akan kuliah di luar negeri. Ada tiga alasan kenapa Anda menggunakan paspor biru di masa lalu. Pertama, karena adanya fasilitas khusus. Kedua, karena untuk syarat pencairan dana, kalau sumber pengeluaran anggarannya dari pos APBN/D. Ketiga, untuk keperluan penyesuaian ijazah di Kemdikbud ketika pulang nanti. Namun, tidak semua hal itu sekarang ini relevan. Alasan pertama hanya berlaku kalau Anda pergi ke negara Asean. Ketika tiba di sana biasanya ada jalur khusus untuk paspor dinas/biru yang hampir disamakan dengan paspor diplomatik/merah tua ketika melalui jalur pemeriksaan di imigrasi mereka. Kenapa? Agak rumit menjelaskannya. Yang jelas ini untuk mempercepat karena tidak semua paspor dinas ter-release datanya ke komunitas imigrasi internasional untuk kepentingan tertentu. Kalau alasan pertama masih dikaitkan dengan kemudahan layanan ketika di pos pengecekan imigrasi Indonesia (keberangkatan/kepulangan), itu pun saat ini sudah tida...

POPULERNYA UBI JALAR (KUMARA) DI NEW ZEALAND

Di sini, ubi jalar dikenal dengan nama Kumara. Beberapa bulan di sini, saya sering bertanya-tanya, kenapa supermarket memberikan space yang lumayan luas untuk menjaja ubi jalar? Yang bisa menandingi penyediaan space yang luas ini, kalau saya lihat, hanyalah kentang. Kalau kentang diberikan space yang luas, tentu wajar saja karena budaya western sering memakan kentang. Di negera kita, ubi jalar sering dianggap sebagai makanan kelas bawah, di masa lalu. Syukurnya, belakangan ini kantor-kantor pemerintah sudah mulai membiasakan diri menyediakan ubi jalar untuk hidangan coffee break karena aman untuk mencegah kolesterol buruk. Tapi, kenapa di New Zealand ubi jalar juga populer? Rupanya, saya baru tahu dari teman istri yang sama-sama bekerja di rumah sakit. Ia kebetulan berasal dari Cina. Katanya, ubi jalar baik untuk mengobati masuk angin. Karenanya, banyak pelanggannya di sini. Ini akhirnya menjawab pertanyaan saya. Soalnya, di sini kita sering diterpa angin dan akhirnya sering masuk...

BAGAIMANA KALAU MELAHIRKAN DI NEW ZEALAND?

Saya pernah mendapat pertanyaan, apakah seorang istri yang kebetulan mahasiswi Dikti atau beasiswa lain yang non-NZAS ketika melahirkan di sini bisa mendapatkan fasilitas gratis di rumah sakit, seperti umumnya warga negara di sini? Setelah saya cek, ternyata bisa, asalkan pasangannya/suaminya mempunyai working visa minimal 2 tahun. Soalnya, fasilitas untuk si suami ini sama dengan mahasiswa NZAS, yang fasilitas ini berlaku juga untuk pasangan dan keluarganya. Definisi pasangan ( partner ) di sini pun sangat luas, di mana bisa berarti pasangannya itu secara biologis berkelamin pria atau wanita. Karena itu, jika dibalik logikanya, mahasiswa pria yang membawa istri, sebaiknya terlebih dahulu mengurus working visa minimal 2 tahun untuk istrinya agar ia (mahasiswa) dan anak-anaknya mempunyai hak sama ke fasilitas layanan kesehatan publik yang ada si sini. Ini juga akan membantu, di mana jika tidak penting sekali, ia tidak perlu mengurus insurance lagi untuk keluarganya kalau sudah...